Setiap pagi, sebagian dari kita memilih untuk membaca koran sebelum
memulai aktivitas atau mungkin menonton berita di waktu senggang. Di era
globalisasi seperti sekarang ini, informasi berkembang dan menyebar
dengan sangat cepat sehingga tidak mengikuti perkembangannya akan sangat
berpengaruh terhadap kehidupan sosial maupun pekerjaan atau studi kita.
Melalui media massa, (koran, televisi, internet, dll.) kita mendapatkan
banyak pengetahuan dan informasi - layaknya buku yang menjadi 'jendela
dunia' bagi kita. Mengetahui perkembangan informasi sangat baik bagi
kita. Akan tetapi, lebih dari itu, ada hal lain yang perlu kita
pertimbangan sebelum memeroleh informasi yang kita dapatkan melalui
berbagai media massa: tingkat kebenaran informasi tersebut dan konten
yang disajikan oleh media massa yang bersangkutan.
Tingkat kebenaran informasiAdalah hal yang wajar jika setiap orang memiliki nilai-nilai subjektif, sehingga akan sangat sulit atau bahkan mustahil untuk menemukan informasi yang sifatnya benar-benar objektif. Setiap berita yang disajikan di koran atau media online pada umumnya melalui proses editing yang dilakukan oleh seorang editor. Seorang editor mendapatkan perintah dari pemilik media massa - dari sini saja dapat kita melihat bagaimana berita dipenuhi oleh nilai-nilai subjektif dari penulis, editor, dan yang terutama, pemilik media massa. Hal yang sama berlaku pada siaran televisi, tapi mungkin pada tingkat yang lebih rendah (sejak televisi merupakan alat komunikasi visual).
Sebagai pembaca atau yang memeroleh informasi, kita harus lebih teliti dalam menafsirkan setiap informasi yang kita dapatkan. Membandingkan beberapa media massa adalah salah satu solusi yang dapat dilakukan. Dengan membandingkan informasi pada beberapa jenis media massa, kita dapat menemukan informasi-informasi tambahan yang sekiranya dapat membantu kita dalam menemukan fakta yang sesungguhnya - atau setidaknya memahami situasi yang ada. Mengetahui visi maupun peran dari pemilik media massa juga sangat penting untuk diketahui. Kini, mencari informasi mengenai latar belakang pemilik media (terutama media populer) cukup mudah untuk dilakukan melalui searching di internet.
Konten media massa
Dunia sangatlah luas dan oleh karena itu jumlah informasi yang ada juga sangatlah banyak dan bahkan tidak terbatas. Media massa, terutama televisi dan koran, merupakan media yang sifatnya terbatas. Mereka menyajikan informasi pada wadah yang terbatas, sehingga konten-konten yang disajikan pun jumlahnya terbatas. Informasi yang disajikan pada umumnya disesuaikan dengan keinginan pemilik media massa (yang pada umumnya didasarkan pada tingkat popularitas berita). Untuk menghadapi situasi seperti ini, kita perlu menjadi lebih peka dan memahami situasi yang sedang berlangsung. Kita bisa saja diarahkan pada suatu peristiwa atau informasi tertentu sehingga cenderung berpaling atau bahkan tidak mengetahui peristiwa atau informasi yang lain - hal ini terutama sangat penting bagi mereka yang sedang memerjuangkan keadilan masyarakat atau isu-isu tertentu yang tidak populer.
Media massa populer atau yang sering kita baca / tonton disebut major media. Major media adalah media yang menguasai pangsa pasar - sehingga mereka juga menguasai penyebaran informasi. Proses-proses yang saya sebutkan di atas - mengenai tingkat subjektifitas informasi dan pengaturan konten media massa - bisa saja merupakan bagian dari agenda setting yang dilakukan oleh para pemilik media massa maupun tokoh-tokoh lain yang berkonsesi dengannya. Agenda setting merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh segelintir orang untuk mempengaruhi pemikiran khalayak banyak agar secara tidak sadar tertuju pada satu titik yang diinginkan olehnya - titik yang mungkin saja akan merugikan banyak pihak.
Media alternatif (media-media yang diterbitkan oleh komunitas atau organisasi tertentu) dapat dijadikan solusi untuk mengimbangi agenda setting ini. Media alternatif pada umumnya menyajikan informasi yang sesuai dengan isu-isu yang mereka perjuangkan. Sebagai contoh, Greenpeace mengeluarkan majalah bulanan mengenai perjuangan mereka terhadap kelestarian alam serta informasi-informasi lain yang sesuai dengan visi mereka, hal ini dapat kita pergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menghadapi informasi tentang kerusakan alam yang disajikan oleh major media. Bagi beberapa orang, terutama bagi mereka yang memperjuangkan isu-isu tertentu, informasi yang tepat akan sangat berguna bagi keberhasilan perjuangan mereka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar